Rabu, 11 Juni 2014
Festival Wayang Indonesia IV Diikuti 5 Daerah
Jakarta, Berita Suprihardjo
Festival Wayang Indonesia IV tahun 2014 akan berlangsung di Museum Wayang dan Taman Fatahillah Jakarta Barat 13-15 Juni mendatang, dan akan diikuti 5 daerah yaitu Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali. Sedangkan wayang yang ditampilkan antara lain wayang Kancil, Wayang Revolusi, Wayang Cirebon, Wayang Opera Betawi dan Wayang Topeng Malang.
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menurut rencana akan meresmikan festival tersebut Jumat petang (13/6) dengan dihadiri tokoh PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), SENAWANGI (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia). Demikian dijelaskan Sumardi Dalang selaku Ketua Panitia FWI IV di Museum Wayang , Rabu (11/6).
Di sela sela kunjungan 60-an murid-murid dan guru Madrasah Ibtidaiyah Al Hidayah Cirebon serta ratusan pengunjung yang lain selanjutnya Sumardi mengatakan, festival akan diramaikan dalang bocah. "Mereka Woro Mustika Siwi dari Surakarta dan Rangga Weling Tiana dari Bandung," tambahnya. Festival tersebut atas kerjasama Yayasan Total Indonesia dengan PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia) , SENAWANGI (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia ) dan Museum Wayang .
Menurut Sumardi, yang cukup unik nanti adalah pergelaran Wayang Bintik dari Sumatera Utara. "Memang yang menggarap dari Yogyakarta, tetapi wayang tersebut merupakan wayang Bineka Tunggal Ika dengan cerita dari legenda rakyat berbagai daerah seluruh Indonesia," katanya. Selain cerita rakyat dari Sumatera Utara, juga mengangkat cerita rakyat dari Kalimantan , Sulawesi, Maluku sampai Papua.
Selama festival diselenggarakan juga bazar produk kerajinan cinderamata, kaos, keyholder dan lain-lain dengan tema wayang, serta dimeriahkan berbagai workshop dan lomba seperti lomba artikel wayang, mewarnai wayang dan bercerita wayang untuk anak SD-SMP, serta lomba fotografi untuk umum selama festival berlangsung.
Kepala Museum Wayang, Dachlan S.Kar, selaku panitia pengarah menjelaskan, pihaknya hanya sebagai fasilitator festival . Penyelenggaranya adalah Yayasan Total Indonesia bersama Pepadi dan Senawangi. Dachlan mengaku bersyukur kehidupan kesenian wayang Indonesia yang diakui UNESCO sebagai warisan mahakarya dunia sejak 7 November 2003 tetap eksis dan berkembang dengan adanya festival yang sudah keempat kalinya ini. "Bahkan terus terjadi regenerasi," tambahnya.
Festival itu juga berdampak positif pada kehidupan ekonomi masyarakat sekitarnya. Karena itu kata Dachlan, museumnya yang memiliki koleksi 6.000-an wayang dari seluruh dunia itu tetap buka seperti biasa selama festival wayang. Hanya saja pergelaran rutin untuk sementara dipindahkan ke Taman Fatahillah. "Ini dimaksudkan juga untuk dapat menghibur masyarakat secara luas," tambahnya. ****
Festival Wayang Indonesia IV Diikuti 5 Daerah
Jakarta, Berita Suprihardjo
Festival Wayang Indonesia IV tahun 2014 akan berlangsung di Museum Wayang dan Taman Fatahillah Jakarta Barat 13-15 Juni mendatang, dan akan diikuti 5 daerah yaitu Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali. Sedangkan wayang yang ditampilkan antara lain wayang Kancil, Wayang Revolusi, Wayang Cirebon, Wayang Opera Betawi dan Wayang Topeng Malang.
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menurut rencana akan meresmikan festival tersebut Jumat petang (13/6) dengan dihadiri tokoh PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), SENAWANGI (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia). Demikian dijelaskan Sumardi Dalang selaku Ketua Panitia FWI IV di Museum Wayang , Rabu (11/6).
Di sela sela kunjungan 60-an murid-murid dan guru Madrasah Ibtidaiyah Al Hidayah Cirebon serta ratusan pengunjung yang lain selanjutnya Sumardi mengatakan, festival akan diramaikan dalang bocah. "Mereka Woro Mustika Siwi dari Surakarta dan Rangga Weling Tiana dari Bandung," tambahnya. Festival tersebut atas kerjasama Yayasan Total Indonesia dengan PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia) , SENAWANGI (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia ) dan Museum Wayang .
Menurut Sumardi, yang cukup unik nanti adalah pergelaran Wayang Bintik dari Sumatera Utara. "Memang yang menggarap dari Yogyakarta, tetapi wayang tersebut merupakan wayang Bineka Tunggal Ika dengan cerita dari legenda rakyat berbagai daerah seluruh Indonesia," katanya. Selain cerita rakyat dari Sumatera Utara, juga mengangkat cerita rakyat dari Kalimantan , Sulawesi, Maluku sampai Papua.
Selama festival diselenggarakan juga bazar produk kerajinan cinderamata, kaos, keyholder dan lain-lain dengan tema wayang, serta dimeriahkan berbagai workshop dan lomba seperti lomba artikel wayang, mewarnai wayang dan bercerita wayang untuk anak SD-SMP, serta lomba fotografi untuk umum selama festival berlangsung.
Kepala Museum Wayang, Dachlan S.Kar, selaku panitia pengarah menjelaskan, pihaknya hanya sebagai fasilitator festival . Penyelenggaranya adalah Yayasan Total Indonesia bersama Pepadi dan Senawangi. Dachlan mengaku bersyukur kehidupan kesenian wayang Indonesia yang diakui UNESCO sebagai warisan mahakarya dunia sejak 7 November 2003 tetap eksis dan berkembang dengan adanya festival yang sudah keempat kalinya ini. "Bahkan terus terjadi regenerasi," tambahnya.
Festival itu juga berdampak positif pada kehidupan ekonomi masyarakat sekitarnya. Karena itu kata Dachlan, museumnya yang memiliki koleksi 6.000-an wayang dari seluruh dunia itu tetap buka seperti biasa selama festival wayang. Hanya saja pergelaran rutin untuk sementara dipindahkan ke Taman Fatahillah. "Ini dimaksudkan juga untuk dapat menghibur masyarakat secara luas," tambahnya. ****
Minggu, 08 Juni 2014
Rekonstruksi Sejarah Fatahillah di Museum Bahari
Jakarta, Berita Suprihardjo
Dalam Pasar Ikan Fair IV tahun 2014 hari kedua Minggu (8/6) pagi kemarin disuguhkan rekonstruksi sejarah Penyerangan Fatahillah ke Sunda Kalapa di halaman Menara Syahbandar, Museum Bahari di Jl Pasar Ikan, Jakarta Utara. Disaksikan ratusan orang termasuk wisatawan mancanegara, 60-an pemain Teater Nusantara bermain cukup bagus memperagakan perang antara tentara Fatahillah melawan tentara Portugis di lokasi sebenarnya 487 tahun yang lalu.
"Tentara Portugis datang dari arah Pelabuhan Sunda Kelapa sedangkan pasukan Fatahillah datang dari arah Pasar Ikan. Memang bagus," kata Slamet Riyadi warga Depok yang menonton saat itu. Begitu pula dengan Tedy Kurnia warga Utan Kayu Utara Matraman yang sehari-harinya bekerja di kawasan Pasar Ikan mengakui pementasan tersebut mengharukan.
"Kami sampai terharu," kata Irfal Guci, Kepala Seksi Pameran dan Edukasi Museum Bahari sambil mengusap pipinya usai pergelaran kemarin. Maka dari itu ia pun tidak rela bila HUT Kota Jakarta dimeriahkan hanya dengan hura-hura yang tidak bermakna. Kepala Seksi Koleksi dan Perawatan Museum Bahari, Ishak yang paham sejarah penyerangan Fatahillah ke Pelabuhan Sunda Kalapa, juga tak kuasa menahan air matanya. "Itu gambaran perisitiwa tahun 1527 yang disebut Kemenangan yang Sempurna," katanya. Dan saat itulah dianggap kelahiran kota Jayakarta yang menjadi Jakarta sekarang ini. Bahkan Imam Mahmudin yang memerankan Fatahillah sebagai pemimpin tentara Kesultanan Demak dan Cirebon juga mengaku menangis usai pergelaran.
Pasar Ikan Fair IV yang diselenggarakan Museum Bahari, Sabtu (7/6) tanpa diduga dihadiri PLT Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Bahkan Gubernur Ahok berkeliling dan tertarik pada stan kerajinan perahu dan kapal tradisional. "Ini harus dikembangkan untuk keperluan cinderamata bagi wisatawan," ujarnya.
Pasar Ikan Fair kali ini dimeriahkan 12 stan pedagang binaan Museum Bahari, 7 stan museum, termasuk Balai Konservasi, Museum Wayang, Taman Arkeologi Onrust. "Kami memperkenalkan Museum Taman Prasasti lebih sebagai taman yang indah," kata Basuki Permana, Kasi Pameran dan Edukasi Museum Sejarah Jakarta. Di situ diperagakan pembuatan wayang dan miniature kapal tradisional yang juga diminati pengunjung.
Berbarengan dengan itu gedung B Museum Bahari diresmikan menjadi café Bahari lengkap dengan pojok toko cinderamata. Ruang pamer diorama Legenda Laut Nusantara juga telah selesai , menyusul dua diorama Penjelajah Dunia dan Senja di Sunda Kalapa yang penuh dengan sosok tokoh navigator dan penjelajah dunia seperti Marco Polo, Columbus, Malahayati, Fatahillah, Laksamana Cheng Ho dan Ibnu Batuta. (pri)****
Selasa, 03 Juni 2014
Dengan Mobil Operasional, Target BAZIS Rp105 Miliar Tercapai!
Jakarta, Berita Suprihardjo
Dengan adanya 5 mobil operasional yang baru dari BAZIS Provinsi DKI yang diserahkan ke 5 kantor BAZIS Kota Jakarta, maka target tahun 2014 pengumpulan ZIS (Zakat, Infaq dan Shodaqoh ) di DKI Jakarta sebesar Rp 105 miliar optimis tercapai. Bahkan diprediksi bisa mencapai Rp 150 miliar. Karena itu perlu menggarap sasaran yang selama ini masih terliwati, seperti perusahaan perusahaan besar melalui program CSR (Corporate Social Responsibility)nya masing-masing.
Asisten Kesmas Sekda DKI Jakarta H Bambang Sugiyono menegaskan itu saat menyerahkan 5 mobil operasional kepada kepala kantor Bazis Kota Jakarta di kantor BAZIS Provinsi DKI di Jl Suryopranoto, Jakarta Pusat , Selasa (3/6). Menurut Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta Drs H Djubaidi Adih, 5 mobil Suzuki APV dengan full body painting mengiklankan program BAZIS itu dibeli dari infaq yang dikumpulkan masing-masing kantor Bazis Kota Jakarta dengan harga Rp160 juta per kendaraan.
Lebih lanjut Bambang Sugiyono mengingatkan, saat ini BAZIS hanya mengandalkan ZIS dari TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) PNS DKI Jakarta dan Walikota termasuk dari kalangan guru. Yang menurut perhitungan Kepala BAZIS DKI kontribusinya berkisar 35-40%. "Sekarang operasionalnya harus ditingkatkan. Mobilnya jangan diparkir di kantor saja," tandasnya. Itu mobil operasional , jadi jangan malu membawanya untuk keperluan operasional berkaitan dengan peningkatan pengmumpulan ZIS dengan berbagai kerjasama dengan institusi lainnya. "Tapi jangan dibawa ke karaoke, dong,"ujar Bambang setengah bercanda.
Diharapkan dengan pengumpulan ZIS yang meningkat, akan lebih banyak masyarakat miskin dapat ditolong sehingga tidak ada rumah kumuh lagi di Jakarta apalagi warga yang tidur di kolong jembatan.
Kepala Biro Bimbingan Mental DKI H Budi Utomo menambahkan mobil tersebut harus berkeliling memperkenalkan dan menawarkan program BAZIS yang dapat dijual dan kerjasama dengan berbagai lembaga seperti majelis taklim, ikatan remaja masjid dll, serta perusahaan. Ia yakin dengan meningkatkan operasional , target tahun ini akan terlampaui. Tertulis di mobil Bazis tersebut, "Zakat, Infaq, Amal Sosial, Tiket Anda ke Surga." Bercat warna warni dengan dominasi warna hijau muda, kuning muda dan oranye dengan masih tersisa cat dasar mobil warna silver.
Dwi Busara Kepala BAZIS Jakarta Timur dan Ny Ela Laila Kepala BAZIS Jakarta Selatan masing masing bersaing meningkatkan target pengumpulan ZISnya tahun 2014 mencapai Rp 23 miliar lebih. Kedua wilayah ini tiap tahun bersaing memperebutkan kedudukan I dalam pengumpulan ZIS tiap tahun.( pri) ****
foto penyerahan mobil operasional bazis dki ke 5 bazis kota.
1. asisten kesmas sekda dki bambang sugiyono sedang menyerahkan kunci mobil operasional kepada 5 kepala bazis kota jakarta.
2. mobil operasional bazis yang masih baru dengan full body painting iklan bazis.
Langganan:
Postingan (Atom)