Minggu, 10 Agustus 2014

Jakarta Timur Konsisten Buka Layanan Malam Hari

 

Jakarta, BSP
Pemerintah Kota Jakarta Timur konsisten membuka pelayanan terpadu malam hari (PTMH) tiap bulan. Karena sangat dibutuhkan masyarakat terutama yang sibuk bekerja siang hari, maka PTMH di Jakarta Timur terus dilanjutkan. Lebih-lebih belum lama ini Jaktim meraih penghargaan dari Lembaga Ombudsman sebagai pemberi pelayanan terbaik kepada masyarakatnya.
Demikian Wali Kota Jakarta Timur, HR Krisdianto menegaskan saat meninjau PTMH di Kelurahan Duren Sawit, Jumat (8/8) malam. Saat itu Krisdianto didampingi Camat Duren Sawit Abu Bakar dan Kasi Humas Sudin Kominfomas Jaktim Gatut Sudarsono.
Menurut  Krisdianto komitmen Pemko Jakarta Timur dalam pelayanan masyarakat sudah tercermin dari penghargaan tersebut. Saat itu Jaktim bersaing dengan 27 daerah kabupaten/kantor wali kota pilihan secara nasional.
 "Masyarakat masih banyak yang membutuhkan dan minta agar PTMH dilanjutkan," kata Camat Abu Bakar. Ia mengungkapkan, warga di Kecamatan Duren Sawit sudah hafal dengan pelayanan malam hari yang dilaksanakan tiap tanggal 9.  Mereka juga sudah mengerti bila tanggal 9 jatuh pada  hari libur, maka  biasanya dimajukan atau diundurkan  sehari.
Sementara Dirman SH, Lurah Duren Sawit , menjelaskan malam itu 12 orang warganya telah dilayani petugas kelurahan  hingga pukul 21.30. Paling banyak mengurus surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) 6 orang, surat keterangan tidak mampu (SKTM) 2 orang, surat keterangan sudah menikah 1, surat keterangan belum menikah 1 dan mengurus KTP 2 orang.
Secara simbolis Wali Kota Krisdianto menyerahkan KTP atas nama Hussein warga kelurahan Duren Sawit.
 
Karaoke diganti Penyuluhan
Tak seperti biasanya PTMH di Kelurahan  Pondok Kopi Jumat (8/8) berbarengan dengan diselenggarakannya Halal Bi Halal  dan penyuluhan masalah pengolahan sampah berbasis kemasyarakatan. Acara tersebut berlangsung di lantai 3 yang diikuti sekitar 150 orang warga yang terdiri dari unsure-unsur masyarakat seperti pengurus  RT/RW, LKMD , LMK, FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat ).
Lurah Pondok Kopi Panangaran Ritonga menjelaskan, sementara penyuluhan masalah sampah di lantai 3, maka di lantai dasar dilakukan pelayanan terpadu malam hari. Selama beberapa jam itu sebanyak 9 orang warga dilayani. "Semua pelayanan kependudukan," kata Ny Tugi Rahayu, Kasi Pelayanan Umum Pondok Kopi.
Menurut Ritonga, biasanya pelayanan terpadu malam hari diselingi hiburan musik karaoke dengan monitor layar lebar. "Tapi kali ini tidak ada karaoke. Sebab sound systemnya digunakan di lantai 3 untuk acara halal bihalal dan sekaligus penyuluhan masalah pengolahan sampah," Nara sumbernya Kasi Penyuluhan Sudin Kebersihan Jaktim, Hj Suhaenah dan seorang lagi pakar daur ulang sampah dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta. (pri).
 

foto


Wali Kota Jaktim Krisdianto memberikan KTP kepada warga di Kelurahan Duren Sawit , disaksikan Camat Abu Bakar dan Lurah Dirman SH, Jumat (8/8) malam.
(Foto: CW/Jaktim)


Sabtu, 09 Agustus 2014

spanduk larangan memasuki kolong jembatan klender

foto

Tampak Wakil Wali Kota Jaktim , Husein Murad dan Kasudin Pertamanan Ir Suzi bersama wartawan membahas gambar rencana pengembangan taman interaktif kolong jembatan Klender.

Banyak Kerusakan Kolong Fly Over Klender

 
 
Jakarta, BSP  
Kerusakan fasilitas umum dan sosial di  kolong fly over (FO) Klender dan sekitarnya di Jakarta Timur terlihat mengkhawatirkan. Karena itu paska penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di tempat itu saat ini dimanfaatkan dinas terkait untuk merehabilitasi fasilitas yang rusak tersebut. Sementara rencana pembangunan taman interaktif di lahan seluas 2.700 m2 di kolong jembatan tersebut terus dibahas dan selangkah demi selangkah segera direalisasikan.
 
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, H Husein Murad menjelaskan itu ketika meninjau kolong FO Klender tersebut Rabu (6/8) sore bersama Kasudin Pertamanan Jaktim, Ir Suzi Marzitawati, Lurah Jatinegara Kaum Ny Henrica serta Ustadz H Yus Fadillah.
Sementara puluhan anggota Satpol PP Jaktim  membuat posko di kolong jembatan layang tersebut.
 
Husein Murad dan Suzi tampak memegang gambar rencana taman interaktif tersebut sambil menunjuk beberapa tiang jembatan layang yang retak, dan jalan aspal yang berlobang cukup dalam. "Kini Polisi dan Dishub sudah mulai mengatur ulang alur lalulintas dan memasang rambu-rambunya. Begitu pula Dinas PU Jalan segera memperbaiki jalan yang rusak, sedang Dinas PU Tata Air membenahi saluran yang mampet dan menguras genangan airnya," ujarnya.
 
Di kolong jembatan layang tersebut juga sudah dipasang beberapa lampu terang benderang dan dipasang spanduk larangan sebarang orang ke kolong jembatan layang yang  sudah steril PKL tersebut.  
 
 Mengenai 300-an  orang PKL yang semula menempati kolong jembatan tersebut menurut Wakil Wali Kota Jaktim itu  sudah ditampung di dalam Pasar Klender. "Sebenarnya sebagian besar mereka sudah memiliki kios di pasar tersebut. Tapi banyak dibiarkan kosong," ujarnya.
 
Karenanya kekumuhan dan kesemrawutan Klender akibat berbagai pelanggaran tidak dapat dibiarkan terus. "Klender ini bagian Ibu Kota Negara. Makanya kita perlu dukungan masyarakat yang mendambakan ketertiban dan kenyamanan," tandasnya. Sebab kolong jembatan Klender dan sekitarnya kini dalam proses perbaikan sehingga  akan sangat bermanfaat untuk masyarakat lebih luas lagi. Tidak hanya untuk pedagang kaki lima dan pembelinya.   
 
Lurah Jatinegara Kaum, Ny Henrica menjelaskan, warganya sangat mendukung program taman interaktif tersebut. Diakui para PKL di jembatan Klender bukan warganya saja, tetapi juga banyak dari kelurahan lain seperti Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung. "Bahkan banyak dari Tangerang dan Cikarang," ujarnya. (pri)
 

foto rumah Wagino setelah direnovasi dengan biaya BAZIS

Rumah Wagino Sudah Jadi, Tunggu Pasang Listrik

Jakarta, Berita Super (BSP)
 Bedah rumah duafa ala BAZIS Jakarta Timur  terus bergulir. Syaratnya memang harus di atas tanah warga sendiri dan didukung RT/RW serta Lurah setempat. Wagino (50), warga RT018/012 Penggilingan, Kecamatan Cakung  telah mendapat bantuan BAZIS Jakarta Timur sebesar Rp 30 juta untuk merenovasi rumahnya yang telah dilakukan sejak Mei.
Kini rumah reot yang telah dirobohkan itu telah berdiri tegak kembali dengan sosok lebih kokoh dan tinggi.  Kekurangan biaya  Rp5,4 juta sudah ditanggung warga RT 018/012 secara gotong royong yang diprakarsai  Ketua RT 018/012 Sumedi selaku Pak RT.  Namun untuk diresmikan Wali Kota  masih harus menunggu listrik PLN.
"Sebenarnya bedah rumahnya sudah selesai. Kami menunggu pengajuan biaya pemasangan listrik PLN  dari Lurah Penggilingan," kata Kepala BAZIS Jakarta Timur Drs Dwi Busara ketika ditemui di kantornya kemarin (8/8). Bedah rumah warga duafa yang pertama kali dilakukan dengan bantuan BAZIS  telah berlangsung  terhadap  rumah Bu Eni (70) , janda dua anak dengan 3 cucu di RT 007/04 Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, dan sudah diresmikan penggunaannya oleh Wali Kota Jakarta Timur Kridianto sebelum  Ramadhan yang lalu.
Sementara Lurah Penggilingan Ny Yeni Asnita mengatakan pihaknya bersama stafnya sudah meninjau rumah baru Wagino. Diakui, masih kurang penerangan listrik. "Saya menunggu pengajuan dari warga tersebut. Nanti saya tinggal neken," kilahnya.
Wagino bersama isteri dan anak-anaknya  ketika ditemui di rumah barunya tak dapat menyembunyikan rasa bahagia  mereka. " Iya lah , kini nggak bakal kebanjiran lagi," tutur bapak dari 7 anak itu. Sebab lantainya diurug setinggi 50 cm, begitu pula bubungannya  dibikin tinggi sehingga terasa luas. "Tapi sayang  pak, temboknya  sebagian retak-retak," keluhnya. Ini akibat getaran yang ditimbulkan kereta api yang setiap saat lewat pada rel ganda sekitar 30 meter di sebelah selatan rumahnya. Namun itu dapat diatasi dengan tambal semen yang dapat dikerjakannya sendiri.
Wagino sehari-harinya dagang teh botol . Tapi saat ini lagi istirahat. Dari 7 anaknya hanya yang sulung ikut uwaknya. Yang enam orang ikut dalam rumah berukuran 50 m2 tersebut. Yang nomor dua sudah bekerja menjahit, sedangkan lima orang sisanya masih kecil-kecil.  Semula rumahnya hampir roboh, bila hujan banjirnya selutut. Septik tank nya juga sudah penuh.   Alhamdulillah berkat bantuan BAZIS yang berasal dari uang masyarakat yang sadar berzakat dan berinfaq dan bersodaqoh,  kini berubah jauh lebih baik dan nyaman untuk ditinggali.(pri)****